PADALARANG – Februari 2026, SMAN 1 Padalarang melaksanakan program Pesantren Ekologi. Program ini tidak hanya menitikberatkan ilmu agama, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai pelestarian lingkungan sebagai kepedulian dan rasa syukur kepada Sang Pencipta. Rangkaian kegiatan dimulai dengan sholat dhuha dan tadaru Al-qur’an, kemudian dilanjutkan dengan pematerian keagamaan dan BTQ (baca tulis qur’an).
Inovasi Program : Rantang Kanyaah dan Poe Ibu.
yang membedakan Pesantren Ekologi tahun 2026 ini adalah penekanan pada aspek social-bonding dan adab terhadap orang tua serta lingkungan melalui dua program unggulan:
1. Rantang Kanyaah: Para siswa membawa bahan-bahan pokok dari rumah menggunakan wadah lingkungan (rantang). Kemudian akan dibagikan kepada sesama teman maupun warga sekitar sekolah yang membutuhkan.
2. Poe Ibu: Program ini diartikan sebagai sapoe sarebu (sehari seribu), dalam bahasa Sunda. dengan cara menghimpun dana sehari seribu bagi para siswa dan GTK. Dana yang terhimpun akan disalurkan kepada hal-hal positif, difokuskan sebagai bantuan tunai, khususnya untuk mendukung kebutuhan mendesak di bidang kesehatan (biaya pengobatan) dan pendidikan bagi warga sekolah dan bersifat transparan.
Membangun Generasi “Green Muslim”
kepala Sekolah SMAN 1 Padalarang menyatakan bahwa integrasi antara ibadah rutin dan kepedulian sosial adalah kunci menghadapi tantangan masa depan.
“kami ingin mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik dan taat secara ritual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan keberpihakan pada kelestarian lingkungan”.
Dengan semangat Pesantren Ekologi 2026, SMAN 1 Padarang memnbuktikan bahwa sekolah negeri mampu menjadi pionir dalam perubahan gaya hidup lebih hijau dan religius.
SAVAL EDUKATIF dan TEKUN !!! ✨️







